Kamis, 08 Desember 2011

Virtual LAN untuk Jaringan yang berbeda




 


Komponen yg dibutuhkan:

-         2 buah Switch 2950-24

-         6 buah PC

-         Kabel Cross

-         Kabel Stragiht

-         Kabel Console


 
Logika


Pertama, rangkai komponen seperti contoh diatas, untuk koneksi Switch terhadap PC gunakan kabel Straight dan untuk koneksi antar Switch, gunakan kabel Cross.



Ada yg harus diperhatikan ketika menentukan letak port koneksi, sebaiknya anda mengingat lokasi port koneksi untuk masing-masing PC yg terhubung sehingga tidak membingungkan ketika terjadi pemasangan dan penyettingan.

Adapun letak port yg dimaksud ditampilkan oleh tabel berikut:


switch
PC
0
1
0
1
2
3
4
5
switch
0
-
Fa 0/8
Fa 0/1
Fa 0/2
-
-
-
-
1
Fa 0/7
-
-
-
Fa 0/1
Fa 0/2
Fa 0/11
Console

Sementara untuk setting keseluruhan dibagi menjadi 3 bagian:

1.     Setting PC

Jika suda terhubung sesuai tabel, maka selanjutnya adalah membagi jaringan tersebut menjadi 2 buah jaringan VLAN baru yg lebih kecil. Anggap jaringan sebelah kiri (PC0, PC2 dan 2 switch yg masing-masing dengan koneksi FA 0/7) adalah Vlan 9 dan jaringan sebelah kanan (PC1, PC3 dan 2 switch yg masing-masing dengan koneksi FA 0/8) adalah Vlan 10.

Khusus untuk setting IP ada PC, beri nilai IP yg berbeda nilai IP networknya. Misal untuk Vlan 9 kita beri IP 192.168.1.X dan untuk Vlan 10 kita beri IP 192.168.2.X. Sementara nilai IP untuk masing-masing PC akan ditampilkan oleh tabel berikut:


No. PC
IP address
Vlan 9
PC0
192.168.1.1
PC2
192.168.1.2
Vlan 10
PC1
192.168.2.1
PC3
192.168.2.2


2.     Setting Switch

Pada setting ini lebih banyak dilakukan pada jendela CLI, untuk mengakses CLI pada switch, klik icon switch yg ingin diset, pilih tab CLI.


Jika sudah muncul, tekan enter agar bisa melakukan perintah. Sementara untuk setting switch ini dibagi menjadi 3 tahap:

  1. setting pembagian Vlan
  2. setting koneksi
  3. setting IP switch


a.      setting pembagian Vlan

Pada tahap setting ini adalah membagi suatu switch menjadi beberapa jaringan Vlan yg berbeda (kali ini dibagi menjadi 2 Vlan yaitu Vlan 9 dan 10). Pada jendela CLI, untuk mengaktifkan kerja switch, masukkan perintah ‘enable’ dan untuk melihat jaringan Vlan yg ada ketik ‘show vlan brief’.


Karena yang akan ditambahkan pada switch adalah Vlan 9 dan 10 maka ketik: ‘configure terminal’ lalu ketik ‘vlan 9’.


Selanjutnya adalah memberi nama masing Vlan yg ditambahkan misal untuk Vlan 9 diberi nama ‘virtual9’ dan untuk Vlan 10 diberi nama ‘virtual10’. Perintah untuk pemberian nama vlan ini gunakan perintah: ‘name [nama_vlan]’.

Dan untuk melihat apakan Vlan yg tadi dibuat terdaftar oleh switch ketik ‘show vlan brief’ sekali lagi.

Karena jaringan diatas meggunakan 2 switch maka setting pun dilakukan 2 kali. Lakukan perintah yg sama untuk Switch1.


b.     setting koneksi

Setting ini adalah memasukkan semua koneksi yg terhubung pada switch, baik terhadap PC maupun terhadap switch lainnya.


Lihat gambar, switch0 terhubung terhadap 4 jaringan (2 terhadap PC dan 2 lagi terhadap Switch1). Maka tiap-tiap koneksi yg terhubung tersebut harus diset juga.

Koneksi yg terhubung pada Switch0 ditampilkan oleh tabel berikut:

Komponen yg terhubung
Koneksi
PC0 (Vlan9)
FA 0/1
PC1 (Vlan 10)
FA 0/2
Switch1 (Vlan 9)
FA 0/7
Switch1 (Vlan 10)
FA 0/8

 
 
Khusus koneksi terhadap PC0 (FA 0/1). Pada jendela CLI:
-         ketik ‘configure terminal
-         ketik ‘interface fastEthernet 0/1
-         ketik ‘switchport mode access
-         ketik ‘switchport access vlan9
-         ketik ‘exit


juga terhadap PC1 (FA 0/2):
-         ketik ‘configure terminal
-         ketik ‘interface fastEthernet 0/2
-         ketik ‘switchport mode access
-         ketik ‘switchport access vlan10
-         ketik ‘exit

terhadap Switch1 (Vlan 9, FA 0/7):
-         ketik ‘configure terminal
-         ketik ‘interface fastEthernet 0/7
-         ketik ‘switchport mode access
-         ketik ‘switchport access vlan9
-         ketik ‘exit

terhadap Switch1 (Vlan 10, FA 0/8):
-         ketik ‘configure terminal
-         ketik ‘interface fastEthernet 0/8
-         ketik ‘switchport mode access
-         ketik ‘switchport access vlan10
-         ketik ‘exit

untuk melihat apakah setting sudah berhasil dimasukkan ke dalam Switch atau tidak ketik lagi ‘show vlan brief

Semua koneksi berhasil terhubung

Begitu juga untuk Switch1, lakukan perintah yg sama. Namun setting untuk koneksi terhadap PC4 dan PC5 (via kabel konsole) bisa diabaikan terlebih dahulu.


c.     Setting IP Switch

Pada setting tahap ini adalah memberikan nilai IP kepada switch agar dapat terhubung kepada PC4 dan PC5 melalui console, karena hanya switch1 yg terhubung maka setting tahap ini tidak dilakukan untuk switch0.


Pada jendela CLI, ketik perintah ‘enable’ untuk melakukan perintah, lalu ‘configure terminal’ untuk masuk kedalam seting konfigurasi, lalu ‘interface vlan 1’ untuk masuk ke dalam koneksi namun Vlan 1 ini yg dimaksud adalah Vlan default yg telah disediakan switch, selanjutnya adalah memasukkan IP untuk switch ketik perintah:’ip address [ip_switch] [subnet_mask]’, untuk menga-apply settingnya ketik ‘no shutdown’ lalu ketik ‘exit’ untuk keluar dari setting koneksi dan konfigurasi.


3. Setting Password

Setting ini meliputi akses terhadap switch melalui terminal PC5 dan pengaturan password serta sistem login melalui PC4 (melalui Command-Prompt). Ini digunakan ketika akses switch dilakukan PC5 melalui terminal. Untuk mengaktifkan password ketik: ‘configure terminal’ lalu ‘line vty 0 4’ selanjutnya masukkan perintahnya dengan mengetik ‘password [password]’ lalu ketik ‘login’ dan ‘exit’.



Misal kita beri password ‘test’, nah setting password ini berlaku untuk PC lain yg terhubung melalui kabel selain console (PC4), sehingga agar terhubung, PC4 diharuskan agar memasukkan terlebih dahulu.


Untuk mengecek apakah setting password berhasil atau tidak, dapat dilakukan dengan melalui Command-Prompt pada PC4, lalu ketikkan perintah ‘telnet [ip_switch]’ contoh: ‘telnet 192.168.1.8’ maka selanjutnya program akan meminta anda untuk memasukkan password yg tadi dimasukkan pada tahap setting password. Nah jika kita masukkan password ‘test’ maka akses terhadap switch bisa dilakukan melalui PC4.

Dynamic Routing




Komponen yg dibutuhkan:

-         3 buah Router-PT
-         3 buah PC (end-device)
-         Kabel Serial-DCE




Rangkai jaringan seperti bentuk diatas, 3 buah Router yg masing-masing saling dihubungkan dengan kabel serial-dce. Dan masing-masing router terhubung dengan PC.
Dalam merangkai kabel router-nya pastikan untuk mengingat susunan kabel serialnya sehingga pada saat penyettingan IP router tidak terjadi redudansi/pengulangan IP.


Pada jaringan diatas susunan kabel serialnya adalah:
Router 0:
-          Fast Ethernet 0/0 terhubung dengan PC0
-          Serial 2/0 terhubung dengan Router1
-          Serial 3/0 terhubung dengan Router2
Router 1:
-          Fast Ethernet 0/0 terhubung denga PC1
-          Serial 2/0 terhubung dengan Router0
-          Serial 3/0 terhubung dengan Router2

Router 2:
-          Fast Ethernet 0/0 terhubung dengan PC2
-          Serial 2/0 terhubung dengan Router1
-          Serial 3/0 terhubung dengan Router0


Untuk proses penyettingan IP, dibagi menjadi 2 tahap yaitu:

1.     setting PC
karena menggunakan router, maka kelas IP masing-masing PCnya lebih baik dibuat berbeda. PC0 menggunakan IP kelas A (10.1.X.X). PC1 menggunakan IP kelas B (172.16.X.X) dan PC2 menggunakan IP kelas C (192.168.X.X).

berilah masing-masing PC dengan nilai IP sebagai berikut:
No. PC
IP adress
Subnet mask
Default gateway
PC0
10.1.1.2
255.0.0.0
10.1.1.1
PC1
172.16.1.2
255.255.0.0
172.16.1.1
PC2
192.168.1.2
255.255.255.0
192.168.1.1


  1. setting router
pada tahap ini penyettingan pun dibagi menjadi 2 tahap lagi yaitu
a.      setting IP host router
-          klik icon salah satu router, pilih tab CLI


-         terdapat “Continue with configuration dialog? [yes/no]: “ lalu ketik “no” lalu enter. Dan “Press RETURN to get started!”, tekan enter lagi.
-         Ketik ‘enable’ untuk mengaktifkan kerja router lalu ketik ‘configure terminal’ untuk menyetting router.
-         lihat gambar, masing-masing router(misal: router0) terhubung dalam ke 3 buah jaringan (1 terhubung ke PC dan 2 lainnya terhubung ke 2 buah router)
-         maka dari itu penyettingan pun dilakukan sebanyk 3 kali
-         untuk setting terhadap PC, karena terhubung melalui FastEthernet 0/0 maka dari jendela CLI ketik: ‘interface fastEthernet 0/0’ lalu tekan enter.
-         Lalu karena yg dihubungkan adalah router dengan PC, maka masukkan IP Pcnya (misal router0 dengan PC0, maka IP PC0 yg dimaksud)
-         Untuk meng-apply terhadap setting tadi, ketik ‘no shutdown
-         Untuk keluar dari koneksi FastEthernet 0/0, ketik ‘exit’.




-         selanjutnya untuk koneksi serial 2/0 yg menghubungkan dengan router1.
-         Ketik ‘interface serial 2/0’ lau tekan enter.
-         Masukkan IP router1, karena IP network yg menghubungkan router0 dan router 1 adalah 202.1.1.0, maka IP router1 misal adalah 202.1.1.2.
-         Maka, pada jendela CLI ketik ‘ip address [ip_router] [subnet_mask]’ contoh: ‘ip address 202.1.1.0 255.255.255.0’, lalu tekan enter.
-         jika sudah, maka selanjutnya adalah mengartur seberapa cepat transfer data yg akan dilakukan router.
 

-         untuk mellihat daftar speed transfer data pada router, ketik ‘clock rate ?
-         maka akan muncul Speed (bits per second), dari angka terendah yaitu 1200 bps hingga tertinggi yaitu 4000000 bps.
-         Jika memlih telalu rendah maka waktu yg dibutuhkan menjadi semakin lama dalam transfaer data, namun jika terlalu transfer speed terlalu tinggi maka data yg ditransfer rawan corrupt. Untuk disarankan memilih tengah-tengahnya misal 9600 bps.
-         Maka untuk mengaktifkannnya, ketik ‘clock rate 9600
-         Sama seperti sebelumnya, untuk meng-apply setting, ketik: ‘no shutdown’ dan untuk keluar dari koneksi Serial 2/0 ketik ‘exit’.
-         Selanjutnya adalah beralih ke koneksi serial 3/0 yg menghubungkan router0 dengan router2.


-         Lakukan perintah yg sama seperti diatas, ketik ‘interface serial 3/0’ lalu enter.
-         Masukkan IP router2 dan subnet mask-nya. Karena IP network yg menghubungkan antara router0 dengan router2 adalah 202.1.2.0 maka ketik: ‘ip address 202.1.2.1 255.255.255.0
-         Untuk meng-apply, ketik ‘no shutdown’, enter lalu ‘exit’
-         Khusus untuk setting terhadap router1 dan router2, ulangi perintah yg sama seperti diatas. Berdasarkan tabel IP berikut:

No Router
FastEthernet 0/0
Serial 2/0
Serial 3/0
Router0
10.1.1.2
202.1.1.1
202.1.2.1
Router1
172.16.1.2
202.1.1.2
202.1.3.2
Router2
192.168.1.2
202.1.2.2
202.1.3.1

-         sementara untuk nilai subnet masknya, karena sama-sama kelas C maka nilainya sama yaitu 255.255.255.0.


b.     Setting IP network router

Pada tahap ini sebelum dilakukan penyettingan, agar tidak terjadi kebingungan lebih baik tentukan dulu IP network masing-masing jaringan router yg terbentuk.


Misal:

-         untuk jaringan yg terbentuk antara router0 dan router1 IP networknya yaitu 202.1.1.0.
-         untuk jaringan yg terbentuk antara router0 dan router2 IP networknya yaitu 202.1.2.0.
-         untuk jaringan yg terbentuk antara router1 dan router2 IP networknya yaitu 202.1.3.0.

setelah ditentukan, maka selanjutnya tahap penyettingan melalui jendela CLI pun menjadi tidak ribet. Dimulai pada router0, klik icon-nya lau pilih tab CLI.


-         ketik ‘enable’ setelah itu ‘configure terminal’.
-         Untuk masuk kedalam setting konfigurasi jaringan router, ketik ‘router rip’.

-         lihat gambar lagi, router0 terhubung dengan 3 jaringan (2 dengan router, 1 dengan PC)
-         pada router0, IP network yg terkoneksi dengan PC0 adalah 10.1.1.0, sedangkan IP network dengan router1 adalah 202.1.1.0 dan IP network yg terkoneksi dengan router2 adalah 202.1.2.0.
-         Selanjutnya, masukkan IP-IP network yg terbentuk dalam jaringan tersebut. Dengan mengetik perintah: ’network [ip_network]’ contoh: ‘network 10.1.1.0


-         jika sudah, maka untuk keluar dari setting konfigurasi router ketik ‘exit
-         untuk setting konfigurasi jaringan pada router1 dan router2, lakukan langkah yg sama namun sesuai kan IP networknya dengan data tabel IP network berikut:

jika dilihat berdasarkan gambar1 (paling atas), maka tabel dapat dibentuk sebagai berikut:

IP network
Router0
Router1
Router2
PC0
PC1
PC2
Router0
-
202.1.1.0
202.1.2.0
10.1.1.0
-
-
Router1
202.1.1.0
-
202.1.3.0
-
172.16.1.0
-
Router2
202.1.2.0
202.1.3.0
-
-
-
192.168.1.0

Selanjutnya adalah tes koneksi antar router. . . .